"Hidup tanpa cinta, ibarat hidup tanpa cita-cita."
Pandanganku kabur, tapi bukannya penglihatanku. Jangkauan di hadapan langsung ku rasakan kelam. Tak terfikirkan lagi di benakku tentang cita-cita atau masa depan. Minda sedarku sangat-sangat sedar yang aku tidak pernah langsung memutuskan untuk berputus harap pada kehidupan ini. Namun, apa yang dapat aku nyatakan bahwa di dalam diri ini sudah tak ada keinginan, kemahuan, sasaran atau cita-cita yang jelas untuk aku kejar atau laksanakan lagi. Hidupku cuma mengisi seadanya ruang masa yang masih diberi oleh-Nya hingga kini, alhamdulillah namun aku buntu mencari pengisian yang paling bermakna untuk diri ini. Kenapa sampai begini jadinya? Kosong yang teramat. Hanyutkah aku? Ya..kau sememangnya telah lama dihanyutkan oleh dirimu sendiri. Sesat. Menuju kehancuran. Kau harus menang dalam peperangan ini.
:(
Tiada duka yang abadi di dunia
Tiada sepi merantaimu selamanya
Malam kan berakhir
Hari kan berganti
Takdir hidup kan dijalani.
:)
Maha Suci Allah Tuhan Semesta Alam, kasihanilah hambaMu yang hina ini, berilah daku kesempatan untuk menjadi hambaMu yang bertaqwa, yang Kau kasihi dan Kau redhai, amin.
(Demi ayohmi & Raisha)